Friday, 25 February 2011

Banyak Ide Bisnis Yang Sukses Besar Diawali Dari Rumah

16:00

Mungkin Anda tidak akan menyangka bahwa begitu banyak perusahaan-perusahaan besar yang sekarang sukses, ternyata diawali dari rumah. Baik itu di kamar belakang, garasi, maupun gudang.

Maestro komputer Amerika, Steve Jobs, pendiri Apple Computers, mengawali bisnisnya dari kamar tidurnya di asrama, dan kemudian melanjutkan ke garasi di rumahnya. Begawan bisnis lainnya dari Inggris, Sir Alan Sugar, kemudian Chief Executive legendaris dari Amstrad (Alan Michael Sugar Trading) mengawali usahanya dari rumah dengan menjual onderdil listrik lalu menjajakannya di belakang bagasi mobilnya.

Mendiang usawahan ikon aktivis Anita Roddick, pendiri the Body Shop, mendirikan usaha awalnya dari kamar ‘bed and breakfast’ di Littlehampton (kota tempat ia tumbuh dan di mana ibunya menjalankan warung kopi kecil-kecilan). Meskipun kemudian the Body Shop mulai terlihat hidup saat menyewa toko kecil di Brighton, pada dasarnya embrio awalnya adalah dari ide bisnis rumahan. Usaha ini diawali Anita saat ia ingin menjual produk-produk yang tidak menggunakan percobaan binatang atau produk-produk yang diproduksi dengan melukai siapapun.

Situs jejaring sosial online Friends Reunited diawali dari rumah oleh Steve Pankhurst dan Jason Porter, yang lalu menjual perusahaannya itu konon dengan seharga £120 juta beberapa tahun kemudian. Sekali lagi, ide dan bisnis dimulai di rumah dengan niat awal untuk menciptakan usaha sampingan.

Menurut legenda, Richard Branson, pendiri the Virgin Group, dulunya menggunakan telepon umum di dekat rumahnya sebagai ‘kantor’ untuk menerima dan melakukan telepon. Mungkin benar atau tidak, tapi ternyata ia memang mendirikan bisnisnya dari rumah, dan selanjutnya menjalankan kerajaannya dari rumah perahu di dermaga London.

Sumber: Paul Power

Posted by

Adrian Agoes, MM.Par a post graduate on Tourism Administration is now a lecturer at a tourism school in Bandung. His experiences are vary from being a tour leader visiting remote places in Indonesia, to being a travel photographer.

 

© 2013 Pemasaran Pariwisata. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top