Showing posts with label pemasaran pariwisata. Show all posts
Showing posts with label pemasaran pariwisata. Show all posts

Tuesday, 17 April 2018

Seminar Digital Marketing Oleh Myhotelfinder.Com


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) Yapari Bandung bekerja sama dengan myhotelfinder.com untuk memberikan seminar tentang bisnis online berjualan kamar hotel. Para peserta yang mengikuti adalah para mahasiswa baik dari program studi perhotelan maupun perjalanan wisata. Dalam seminar ini hadir para pembicara dari myhotelfinder.com yakni Ibu Iit, dan juga Ibu Natalia. Selain itu, ada juga nara sumber tamu yakni Bung AditRK. Beliau menyampaikan tentang kiat-kiat Digital Marketing.

5 Sumber Income Digital Marketing

Jika ingin materi yang disampaikan oleh AditRK, bisa di-download di sini.

  5 Sumber Income Digital Marketing

Jualan Kamar Hotel Dengan Myhotelfinder.com

Materi berikutnya yang sangat penting yaitu pemaparan mengenai bisnis reservasi kamar hotel. Jika sekarang banyak yang membeli atau reservasi kamar hotel melalui Traveloka, sebaiknya bandingkan dulu harganya dengan myhotelfinder.com. Ternyata di myhotelfinder.com kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Selain itu, jika kamu sudah menjadi member, kamu akan mendapatkan cash back sebesar 2% dari setiap reservasi kamar yang kamu bikin. Jadi kalau kamu ingin membuat bisnis dari sini, kamu bisa juga memberi mark-up untuk profit tambahan dari harga yang kamu dapat di sini. Tentunya dimark-up nya jangan melebihi harga di Traveloka. Biar tetep bersaing.

Kalau ingin jadi member, cukup registrasi di sini saja. MyHotelFInder.Com
Segera awali bisnis kamu. Tidak perlu modal langsung jalan.


Ibu Natalia dari myhotelfinder.com sedang memaparkan cara mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja digital.
Kepala Prodi Perjalanan Wisata berfoto bersama team myhotelfinder.com

Ibu Iit memparkan cara bergabung dan berjualan di myhotelfinder.com

Monday, 26 March 2018

Analisis Atraksi Wisata


Jika kita ingin mengetahui apakah suatu tempat bisa dijadikan daya tarik wisata, maka kita perlu mempelajarinya dengan cara menganalisis atraksi wisatanya. Dalam mata kuliah ini akan dipelajari bagaimana kita harus mengidentifikasi sumber-sumber daya tarik yang dimiliki suatu tempat. Apa saja elemen-elemen atau unsur-unsur yang membentuk daya tarik wisata di tempat tersebut. Selanjutnya kita bisa mengidentifikasi potensi-potensi daya tarik, aktivitas dan sarana apa saja yang bisa dikembangkan. Tentu dengan memperhatikan potensi-potensi wisatawan yang mungkin bisa disasar.

Untuk melakukan analisis terhadap suatu tempat apakah ia bisa menjadi daya tarik wisata, maka ada dua sisi yang harus dipelajari. Sisi produk dan sisi pasar.

Thursday, 30 March 2017

Strategi Penetrasi Pasar



Di dalam pembahasan mengenai pemasaran tentu sudah banyak dibahas tentang Marketing Mix, dan juga strategi STP (Segmenting, Targeting, Positioning). Namun dalam ilmu strategi, ada pembahasan mengenai Strategi Pasar. Pembahasan mengenai Strategi Pasar ini lebih khususnya adalah menyangkut perencanaan atau penetapan strategi dalam menembus suatu pasar, atau biasa dikenal dengan Penetrasi Pasar.

Berikut ini adalah pemaparan singkat tentang Strategi Penetrasi Pasar tersebut:


Strategi Penetrasi Pasar by adrian.tea

 Jika kesulitan untuk membuka presentasi di atas, bisa coba lihat di link berikut ini: bit.ly/strategipasar Terima kasih.

Thursday, 11 February 2016

Strategi Pemasaran Pariwisata Indonesia

http://static1.squarespace.com/static/54375f25e4b07ecd37a558db/t/55e5497ae4b02deb84914c6c/1441089918468/?format=750w

Tantangan pengembangan pariwisata khususnya dari segi pemasaran telah diungkapkan secara khusus oleh I Gde Pitana, Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata Indonesia di hadapan para peserta INTERNATIONAL WORKSHOP “TOURISM MARKETING STRATEGY: LESSON LEARNED FROM ASIAN COUNTRIES” di Bali (12-13 November 2015). Berdasarkan data Kementerian Pariwisata Indonesia, setidaknya ada 200-an lebih destinasi wisata di negara ini yang sudah teridentifikasi secara resmi. Meski begitu menurut Travel and Tourism Competitiveness Report 2015 oleh World Economic Forum (WEF), di ASEAN, Indonesia masih menempati peringkat 4 setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Padahal daya tarik wisata di ketiga negara tersebut bahkan mungkin tidak sampai seperempatnya dari Indonesia.

Lonjakan Target Kunjungan Wisman Guna meningkatkan pencapaian di bidang pariwisata, pemerintah telah menetapkan target sebanyak 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia sepanjang tahun 2015 ini. Pencapaian tertinggi kunjungan wisman ke Indonesia terjadi pada tahun 2014 lalu yakni sebanyak 9.4 juta wisatawan, naik sekira 7% dari tahun 2013 yang mencapai 8.8 juta wisman. Dengan demikian, target tahun 2015 naik sekira 30% dari tahun 2014. Suatu lonjakan yang sangat drastis dibandingkan kenaikan sebelumnya.

Dengan lonjakan target sebesar itu, tentu pertanyaan yang dikemukakan Pitana menjadi sangat bisa dipahami, yakni: Strategi pemasaran pariwisata Indonesia seperti apa yang harus diterapkan untuk pencapaian target wisman di Indonesia? Apakah yang harus dipromosikan adalah pariwisata Indonesia ataukah destinasi-destinasi tertentu saja?

Jika merujuk pada pengalaman, Kementrian Pariwisata Indonesia menemukan bahwa Indonesia terlalu samar untuk pasar wisman. Para wisman lebih merasa akrab dengan destinasi-destinasi wisata seperti Yogyakarta dengan Borobudur, Keraton dan Prambanannya, atau tentunya Bali dengan kebudayaan dan pantainya. Destinasi-destinasi seperti itulah yang merupakan produk yang kongkrit bagi para wisman. Dengan demikian pertanyaan yang dikemukakan tersebut di atas sangatlah penting karena untuk mencapai target yang fantastis itu diperlukan strategi yang sangat tepat.

Strategi Indonesia Sebagai Korporasi 

Menurut konsep strategi dari Porter, Indonesia bisa ditempatkan pada tataran Corporate Strategy. Strategi Pemasaran Pariwisata Indonesia sebagai korporasi hendaknya ditekankan pada pembangunan brand sebagai sebuah negara dengan penekanan pada aspek-aspek strategis tertentu. Aspek-aspek yang hendaknya dibangun citranya bisa mengacu pada pilar-pilar penentu daya saing pariwisata Indonesia yang peringkatnya paling rendah dalam Tourism Competitivness Index dari WTO. Untuk tahun 2013 hingga 2015 bisa dilihat lima aspek terendah mencakup Safety and Security, ICT Readiness, Tourist Service Infrastructure, Health and Hygiene, serta Environmental Sustainability. Sehingga strategi korporasi Indonesia hendaknya berkonsentrasi pada perbaikan aspek-aspek tersebut. Diharapkan brand Indonesia sebagai sebuah negara yang mengusung pariwisata akan meningkat. Pada tataran selanjutnya, strategi yang perlu diterapkan adalah Business Strategy, yang ditekankan pada destinasi-destinasi unggulan sebagai bagian ‘unit-unit bisnis’ dari Indonesia corporated.

Strategi Niche Market Oleh Pemerintah Daerah 

Unit-unit bisnis yang dimaksud adalah destinasi wisata unggulan. Business Strategy hendaknya dilimpahkan pada tataran setingkat di bawah korporasi, dalam hal ini para pemerintah daerah (pemda). Sehingga, dalam pelaksanaan strategi pemasaran dan promosi dari destinasi-destinasi unggulan akan lebih terfokus. Pemda-lah yang mesti lebih memahami strategi bisnis yang tepat dalam mengelola sumber daya tarik wisata yang dimilikinya, guna mencapai target kunjungan yang telah ditetapkan.

Ada proposisi menarik yang ditawarkan oleh Dr. Qu Xiao dari Hong Kong Polytechnic University dalam international workshop tersebut di atas, yakni tentang cara meraih pasar Tiongkok. Qu Xiao mengemukakan betapa market Tiongkok sebetulnya memiliki karakter yang beragam. Di sana ada begitu banyak suku bangsa yang memiliki karakter-karakter tertentu. Selain itu, Qu Xiao juga memaparkan dinamika demografis dengan munculnya generasi baru di negeri itu yakni generasi 90-an. Intinya, ia menekankan bahwa untuk meraih pasar wisatawan outbound Tiongkok, gunakanlah strategi pemasaran pariwisata Indonesia niche market. Bukan mass tourism. Ia menekankan seandainya Indonesia mampu meraih nol koma nol nol sekian persen saja dari market outbound tourists di Tiongkok, itu sudah merupakan jumlah yang fantastis, mengingat populasi penduduk di negara itu yang mencapai milyaran jiwa.

Saat menyusun Business Strategy pun hendaknya pemda melihat fakta tersebut. Keragaman sumber daya tarik wisata Indonesia merupakan suatu keunggulan signifikan ketika akan menerapkan strategi niche market. Indonesia bisa menawarkan banyak ragam niche product bagi segmen-segmen pasar yang terfokus. Meski jumlah wisatawan niche market kecil, namun dikalikan ragam niche product yang begitu banyak. Dalam kata-kata Pitana diungkapkan bahwa, “Indonesia can’t sell everything to everyone anymore. We’d end up selling nothing to no one.”

Strategi Fungsional oleh Pelaku Bisnis

 Pada tataran Functional Strategy, pihak yang paling relevan untuk melaksanakannya adalah para pelaku bisnis. Diwakili asosiasi, para pelaku bisnis hendaknya didorong untuk menciptakan program-program dan produk-produk berkualitas sejalan dengan strategi pemasaran pariwisata Indonesia yang diterapkan pemerintah. Pada akhirnya para pelaku bisnis merupakan ujung tombak dari seluruh kegiatan pariwisata yang digalakkan oleh pemerintah. Dalam konsep service marketing, kepuasan tamu merupakan strategi pemasaran yang paling utama. Jika peran pelaku bisnis terabaikan, sangat boleh jadi proses strategi pemasaran pariwisata di Indonesia akan menjadi tidak utuh.

Kuantitas vs Kualitas Wisman

Meski Indonesia sudah menargetkan kunjungan sebanyak 12 juta wisman pada tahun 2015, dan secara mengejutkan 20 juta wisman pada 2019, namun Pitana mengingatkan bahwa kita pun harus juga memikirkan kualitas wisman tersebut. Dalam workshop tersebut Vikneswaran Nair Ph.D, Vice President dari Malaysian Ecotourism Association, menyampaikan tentang hal ini dengan ungkapan, “1 billion tourists, 1 billion opportunities. 1 billion bad tourists, 1 billion problems.”

Merujuk pada laporan WTO, kita bisa melihat India yang pada tahun 2013 mendatangkan 6.9 juta wisman, mampu mendapatkan devisa pariwisata sebesar USD 18,953 juta. Bandingkan dengan Indonesia, pada tahun yang sama mendatangkan 8.8 juta wisman namun mendapatkan devisa pariwisata lebih kecil yakni USD 10,054 juta. Devisa pariwisata bukan hanya tentang jumlah kunjungan wisman, namun juga dipengaruhi faktor lama tinggal wisman dan jumlah belanja wisman tersebut.

Jika demikian, apakah mungkin Indonesia sebetulnya perlu memikirkan ulang strategi pemasaran pariwisatanya?

Jualan Hotel

Jualan Hotel
Dengan akses member untuk keunikan sistem yang kita miliki, kamu akan terkejut dengan harga yang sangat spesial & promosi yang akan kita tawarkan.

Web Murah

Web Murah
Ayo bikin web kamu sendiri! Awali dengan memiliki domain. Dapatkan dengan harga murah sekarang juga.

AA Travel

AA Travel
Temukan dan pesan tiket pesawatmu dengan mudah di sini. AA Travel merupakan mesin pencari tiket pesawat yang praktis. Penggunaannya sederhana dan cara pembayarannya pun begitu mudah.

My Instagram

 

© 2013 Pemasaran Pariwisata. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top